Desain interior nggak melulu soal yang rapi dan sempurna kadang, justru kesan “belum selesai” itu yang bikin sebuah ruangan terlihat keren dan beda. Nah, gaya industrial adalah contohnya. Terinspirasi dari tampilan pabrik atau gudang, gaya ini suka banget sama hal-hal yang raw, seperti dinding bata yang dibiarkan terbuka, pipa yang sengaja ditampilkan, atau furnitur dari logam dan kayu tua. Di artikel ini, kita bakal ngobrolin lebih jauh soal desain industrial: mulai dari ciri khasnya, elemen-elemen penting, sampai tips simpel buat kamu yang pengin coba gaya ini di rumah atau tempat kerja. Siap eksplorasi gaya industrial bareng? Yuk, lanjut baca!
Indutrial Design
“Buat rumahmu tampil beda dengan sentuhan industrial yang unik.”
Industrial Design
“Ciptakan kesan modern dan tegas di rumah Anda dengan desain industrial yang penuh karakter.”
🔧 1. Material Ekspos (Expose Materials)
Dinding yang digunakan biasanya di desain polos dan ditampilkan secara murni. Seperti dinnding beton polos, maupun batu bata merah dan tidak memakai cat. Tujuannya menjaga “keasliannya secara mentah”
⚙️ 2. Warna Netral dan Earth Tone
Warna yang digunakan seperti warna netral, maupun earthtone . didominasi oleh warna hitam, abu-abu, putih, coklat, serta warna logam. Sehingga memberikan Kesan kuat, maskulin, dan sederhana.
🪑 3. Furnitur Bergaya Kasar dan Kokoh
Material yang digunakan cenderung berbahan logam, besi kayu, dan kulit. Dan tidak memilki banyak ornament.
💡 4. Pencahayaan Bergaya Pabrik
Desain lampu cenderung dikaitkan dengan pencahayaan pabrik, serta bahan yang digunakan terbuat dari logam dan besi.
🧱 5. Tekstur Kasar dan Unfinished
Desain interior ini menampilkan permukaan kasar atau belum selesai, seperti lantai semen, plafon terbuka, serta konsep daur ulang.
🪴 6. Aksen Dekorasi yang Simpel & Fungsional
Menggunakan sedikit dekorasi yang mencerminkan karakter industri. Misalnya jam dinding dengan logam besar, rak besi terbuka, serta tanaman hias dalam pot beton.
Desain interior industrial adalah gaya yang menonjolkan keindahan dari sesuatu yang sederhana, mentah, dan fungsional. Dengan ciri khas seperti material ekspos, warna-warna netral, serta furnitur berbahan logam dan kayu, gaya ini berhasil menciptakan suasana ruang yang maskulin, modern, dan penuh karakter. Tidak hanya cocok untuk ruang komersial seperti kafe atau kantor kreatif, desain industrial juga semakin digemari dalam hunian pribadi karena tampilannya yang unik dan tidak lekang oleh waktu.
Pada akhirnya, desain industrial bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal keberanian untuk tampil jujur dan apa adanya—mengubah elemen kasar menjadi sesuatu yang bernilai tinggi secara visual dan emosional.